Selasa, Juli 15, 2008

SEBUAH APHORISMA (I)

By : Langit Mularto
DIMANA AKU


Ketika setiap hela napas-Mu untuk ku
Dimana aku.....

Ketika setiap detak jantung-Mu untukku
Dimana aku....

Ketika setiap jejak langkah-Mu untukku
Dimana aku ......

Ketika dalam sunyi selalu saja namaku yang Kau sebut
Dimana aku .....

Ketika dalam majlis suci-Mu selalu saja namaku yang Kau ucap
Dimana aku .....

Ketika tahlil Kau kumandangkan
Ketika tahmid Kau perdengarkan
Ketika tasbih Kau ucakan
Dimana aku .....

Ketika lisan-Mu untukku
Ketika Rasa-Mu untukku
Ketika Indra-Mu untukku
Ketika cinta-Mu untukku
Tak ada aku di sisi-Mu



Oleh :Mularto
Tanah Kusir
15 Juli 08

Senin, Juli 07, 2008

Imam Mahdi : Konsep Teologi Akhir Zaman (I)

Orriginal by : Mularto
Dalil hadist shahih yang menyatakan akan munculnya Al-Mahdi cukup banyak. Beberapa diantara hadits tersebut terdapat hadits yang secara tersurat (eksplisit) menyebutkan kemunculan Imam Mahdi dan lebih banyak yang lain hanya mengungkapkan identifikasinya saja.
Diantara hadits tersebut adalah dari Abu said Al khudri ra. “Rasullulah bersabda : artinya pada masa akhir umatku akan muncul Al-Mahdi. Pada waktu itu Allah menurunkan banyak hujan, bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan banyak harta, ternak,umat menjadi mulia dan dia hidup selama tujuh atau delapan tahun.” (Mustadrak al-Hakim 4:557-558). Beberapa ulama menyatakan hadits ini shahih tetapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.

Kegaiban Imam Mahdi Syiah

Bagi syi’ah, Imam Mahdi adalah Muhammad bin Hassan Al-Askari yang gaib (tidak kelihatan oleh mata) tetepai senantiasa melihat kehidupan umatnya. Syiah menggunakan dalil Al-Quran surat At-taubah :105 artinya” Dan berkatalah ; “bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan mu itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata”.
Dalam kitab Yanabiul Mawaddah (kitab hadits Syiah) terdapat hadits yang menyatakan kegaiban Al-Mahdi.
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, beliau bertanya “Wahai Rasullulah, adakah Al-Qaim dari anak cucumu akan ghaib ? Rasullulah menjawab ,”Ya” lalu bersabda “ Wahai Jabir, ini adalah salah satu urusan dari urusan Allah dan salah satu rahasia dari rahasia Allah. Engkau jauhilah daripada sebuah praduga karena itu kufur” (Yanabiul Mawaddah, hal 489)
Syiah meletakkan Imam Mahdi sebagai Imam yang maksum, sama dengan rasul-rasul. Masih dalam kitab yang sama, Syeikh Sulaiman al-Balkhi (penyusun) menyebutkan sebuah hadits tentang kemaksuman Imam Syi’ah yang berjumlah dua belas (12) orang itu. Terjemahannya kira-kira begini “ Aku mendengar Rasullulah SAW dan ahlul baitnya berkata, “ pada malam aku mi’raj, Allah berfirman kepadaku : ‘lihatlah disebelah kanan Arasy. Lalu aku berpaling ke arahnya, maka aku dapati Ali, Fatimah, Hasan, Husein, Ali bin Husein, Muhammad bin Ali, Ja’far bin Muhammad, Musa bin Ja’far, Ali bin Musa, Muhammad bin Ali, Ali bin Muhammad, Hasan bin Ali dan Muhammad Al-Mahdi bin Hassan, seperti cakrawala yang berputarputar dikalangan mereka. Dan Dia berfirman : “ wahai Muhammad, mereka itulah hujjah-hujjahKu ke atas hamba-hambaKu, merekalah wasi-wasiku.” (Yanabiul mawaddah, hal 487).

Gerakan Babisme

Setelah seribu tahun menghilangnya Imam keduabelas, lahirlah gerakan Babisme 1260 H/1844 M. perkembangan gerakan ini didukung kepercayaan mesianisme Syi’ah. Bab (pintu) menuju Imam Mahdi diklaim oleh Sayyid Ali Muhammad. Namun tak jelas yang di maksud oleh Ali Muhammad, yang dimaksud Bab itu adalah pintu menuju Imam Mahdi atau Imam Mahdi itu sendiri.
Secara teologis, gerakan ini sangat dipengaruhi oleh doktrin-doktrin saikisme. Bab pada awalnya diyakinkan oleh ramalan-ramalan mesianistik yang diajukan oleh Sayyid Kazim Rasti mengenai akan munculnya mesianis setelah meninggalnya Rasti. Doktrin ajaran Saikisme terlihat dalam kaitannya dengan masalah-masalah qiyamah dan pandangannya tentang watak dan sifat wahyu yang progresif

Rabu, Mei 28, 2008

MENJADI APA YANG SAYA DAPAT MENJADI


Setelah pengumuman verifikasi parpol tanggal 5 Juli ini, masa kampanye akan segera dimulai. Beda dengan pemilu terdahulu, masa kampenye dalam pemilu ini sekitar 9 bulan. masa kampanye ini, membuat saya latah seperti yang lain. Tetapi saya bukan paranormal yang mencoba meramal sesuatu yang masih dikantongi malaikat. Saya juga bukan pengamat politik yang menganalisa kekuatan elit-elit politik. Karena saya juga bukan maling, provokator, dan lainnya yang sedang mengolah otaknya untuk mencari sela dimana posisi yang tepat untuk mengisi "lowongan" pesta demokrasi ini. Pesta rakyat ini memang pada akhirnya melahirkan "naluri bisnis" untuk mengisi lowongan itu.


Lantas, saya harus menempatkan diri saya diposisi apa? Saya bukan maling yang tidak ingin mencoblos bos maling saya, dan saya juga bukan paranormal yang ingin mengintervensi tugas operasional malaikat. Seorang sahabat lantas mencoba masuk ke dimensi pikiran saya, " Sebagai seorang yang menginginkan perubahan, sebaiknya kamu merubah sistem dengan masuk ke sistem tersebut, kamu harus ikut saya masuk ke Partai ini". Pengaruh ini meskipun belum bisa mengaduk -aduk pikiran saya, tetapi telah mencoba mendahuluinya melalui sikap-sikap saya.


Saya ingin menjadi apa yang saya dapat menjadi, dan tidak untuk mengejar apa, yang pada tahap yang tidak benar adalah ilusi. Ini adalah tahap menjadi sadar akan apa yang mungkin bagi saya, dan tidak berfikir bahwa saya sadar akan apa yang saya tidak perduli.


Saya harus menenangkan apa yang harus ditenangkan, bersiap diri apa ynag harus disiapkan. Tidak berpikir bahwa saya tenang atau siaga dimana saya tidak dapat, atau bahwa saya perlu berbuat demikian ketika saya tidak memerlukannya.


Saya harus sadar akan tidak pentingnya saya berfikir bahwa ini penting, dan tidak ingin mencari-cari perasaan-perasaan penting itu sendiri. Dengan bersikap demikian, mungkin saya menjadi orang yang sederhana, karena saya memang harus begitu. Lagipula saya tidak ingin mengaplikasikan kerendahan hati untuk tujuan kebanggaan, bukan sebagai sarana perjalanan. Karena jika demikain saya memperburuk keadaan saya sebagi makhluk.


Saya hanya ingin seperti sedia kala. Yakni, mengangkat apa yang bernilai, kapan dan dimana itu bernilai, dan dengan siapa itu bernilai. Jadi, tidak meniru-niru orang lain karena segan, atau mencontoh bersifat meniru-niru.


Kesuksesan saya sebagai manusia dalam meningkatkan diri lebih tinggi hanya dapat diperoleh melalui usaha yang benar dan metode yang benar. tidak denagn sekedar memusatkan pada aspirasi atau pada kata-kata orang lain yang diarahkan kepada orang lain (Saya).


Bagaikan ada sebuah perangkap yang diletakan untuk unsur yang hina dalam diri saya, kalau saya memaksakan diri mengisi "lowongan" pesta kebudayaan itu secara langsung atau dengan rekomendasi yang dapat diterapkan bagi semuanya, atau menarik saya dengan kuat meskipun tidak benar.


Jakarta, 30-Mei-2008
Sumber Gambar www.bdz-bb.de